Media & PR
Press Release vs Advertorial: Bedanya dan Cara Rilis Anda Dimuat Media
Press release dimuat karena layak berita, advertorial tayang karena dibayar. Ini bedanya menurut pedoman Dewan Pers, kapan memakainya, dan cara menulis rilis.
Oleh Tim KamadigitalDiperbarui 4 menit baca

Ringkasan
- Press release adalah bahan yang Anda kirim ke wartawan; dimuat atau tidak, redaksi yang memutuskan. Advertorial adalah ruang berbayar yang isinya Anda kendalikan.
- Keduanya sah. Pedoman Pemberitaan Media Siber mewajibkan konten berbayar diberi keterangan seperti "advertorial", "iklan", "ads", atau "sponsored".
- Kode Etik Jurnalistik Pasal 6: wartawan tidak menerima suap, yaitu pemberian uang, benda, atau fasilitas yang memengaruhi independensinya.
- Untuk visibilitas di mesin AI, liputan jurnalistik jauh lebih sering dikutip (sekitar 27% kutipan) daripada rilis pers (1,1%) atau konten berbayar (0,3%), menurut studi Muck Rack Mei 2026.
Press release (rilis pers) adalah bahan berita yang Anda kirim ke wartawan. Apakah dimuat, dipotong, atau diabaikan, redaksi yang memutuskan. Advertorial adalah ruang berbayar di media: isi dan jadwalnya Anda kendalikan, dan media wajib memberi label bahwa itu konten berbayar.
Keduanya sah dan sama-sama berguna. Yang tidak sah adalah iklan yang disamarkan sebagai berita.
Apa bedanya press release dan advertorial?
| Press release | Advertorial | |
|---|---|---|
| Siapa memutuskan tayang | Redaksi | Anda, sesuai kesepakatan dengan media |
| Biaya ke media | Tidak ada | Ada |
| Kendali atas isi | Terbatas, redaksi bisa mengubah | Penuh, sesuai ketentuan media |
| Label | Tidak ada, tayang sebagai berita | Wajib: “advertorial”, “iklan”, “sponsored”… |
| Kredibilitas di mata pembaca | Lebih tinggi karena dipilih redaksi | Lebih rendah karena jelas berbayar |
| Dikutip mesin AI | Liputan jurnalistik sering dikutip | Jarang dikutip |
Apa aturan Dewan Pers tentang konten berbayar?
Pedoman Pemberitaan Media Siber, yang ditandatangani Dewan Pers dan komunitas pers pada 3 Februari 2012, memuat dua ketentuan tentang iklan. Media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan. Setiap berita, artikel, atau isi yang merupakan iklan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan “advertorial”, “iklan”, “ads”, “sponsored”, atau kata lain yang menjelaskan bahwa isinya iklan.
Di sisi wartawan, Kode Etik Jurnalistik Pasal 6 menyatakan: “Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.” Penafsirannya: suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda, atau fasilitas dari pihak lain yang memengaruhi independensi.
Artinya, bila sebuah layanan menjamin rilis Anda pasti tayang, tanyakan dengan jelas: tayang sebagai berita atau sebagai konten berbayar? Jika berbayar, labelnya harus ada.
Mengapa liputan berita penting untuk jawaban mesin AI?
Publik kini juga bertanya kepada ChatGPT, Gemini, dan Claude. Studi Muck Rack (What Is AI Reading?, Mei 2026) atas lebih dari 25 juta tautan yang dikutip ketiga mesin itu menemukan:
- sekitar 27% kutipan berasal dari karya jurnalistik;
- rilis pers hanya sekitar 1,1% kutipan;
- konten berbayar dan advertorial hanya 0,3%.
Studi itu tidak khusus tentang Indonesia, tetapi pesannya jelas. Rilis yang diolah wartawan menjadi berita punya peluang jauh lebih besar untuk ikut dibaca mesin AI daripada rilis yang hanya diunggah ulang atau ruang yang dibeli.
Kapan memakai press release, kapan advertorial?
Pakai press release ketika Anda punya informasi yang layak berita: kebijakan baru, data, capaian program, peristiwa, atau tanggapan atas isu. Kekuatannya kredibilitas.
Pakai advertorial ketika isi dan jadwalnya harus pasti: pengumuman pendaftaran, penjelasan program yang panjang, atau materi yang perlu tampil utuh di media tertentu. Kekuatannya kepastian.
Keduanya bisa dipakai dalam satu kampanye. Dalam portofolio Kamadig, misalnya, ada distribusi rilis untuk kampanye Pilkada dan acara korporasi, dan ada juga penerbitan advertorial untuk Kabupaten Tangerang pada 2025.
Bagaimana menulis press release yang dimuat media?
- Judul yang menyatakan berita, bukan slogan. Wartawan membaca judul lebih dulu.
- Paragraf pertama menjawab apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.
- Data dan angka yang bisa dikutip, lengkap dengan sumbernya.
- Satu atau dua kutipan dari juru bicara yang benar-benar menambah informasi.
- Foto atau video yang siap pakai, dengan keterangan.
- Kontak yang bisa dihubungi wartawan pada hari itu.
- Kirim ke wartawan yang meliput topik itu, bukan ke semua alamat redaksi.
- Perhatikan waktu. Rilis yang tiba setelah tenggat redaksi kehilangan peluang tayang hari itu.
Seperti apa hasil distribusi rilis yang baik?
Ukur dari jumlah dan mutu tautan media yang memuat, seberapa sesuai dengan khalayak sasaran, dan apakah pesan kunci Anda ikut dikutip. Beberapa hasil distribusi media yang kami kerjakan:
| Kampanye | Hasil |
|---|---|
| #ParepareHebat, Pilkada Parepare (Okt–Nov 2024) | 37 tautan media: 13 nasional, 24 lokal |
| Melki–Johni, Pilgub NTT (November 2024) | 28 tautan media: 4 nasional, 24 lokal |
| Intelix Global Crossing Group (9 April 2026) | 16 tautan media nasional tier 1 dan 2 |
| Maesyal–Intan, Pilkada Kab. Tangerang (2024) | 11 tautan media |
Pola di dua kampanye daerah itu sama: media lokal menyumbang 24 tautan, jauh lebih banyak dari media nasional. Untuk isu daerah, media lokal adalah tempat warga membaca.
Ingin rilis Anda didistribusikan ke media nasional dan lokal? Lihat jasa press release dan distribusi media kami. Untuk membangun hubungan dengan wartawan di luar rilis, baca juga media gathering: pengertian dan etikanya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah layanan "garansi tayang" itu salah?
Tidak otomatis. Tanyakan saja: tayang sebagai berita atau sebagai konten berbayar? Bila berbayar, media wajib memberi label seperti "advertorial" atau "sponsored". Yang bermasalah adalah iklan yang disamarkan sebagai berita.
Lebih baik press release atau advertorial?
Tergantung tujuannya. Press release membangun kredibilitas karena dipilih redaksi, tetapi isinya bisa diubah dan tayangnya tidak pasti. Advertorial memberi kepastian isi dan jadwal, tetapi pembaca tahu itu berbayar. Satu kampanye bisa memakai keduanya untuk kebutuhan yang berbeda.
Bolehkah memberi uang transport kepada wartawan setelah konferensi pers?
Kode Etik Jurnalistik Pasal 6 menyatakan wartawan tidak menerima suap, dan penafsirannya mencakup pemberian uang, benda, atau fasilitas yang memengaruhi independensi. Cara paling aman adalah tidak memberi amplop, dan fokus pada bahan berita yang kuat.
Berapa banyak media yang perlu dikirimi rilis?
Sebanyak media yang relevan dengan topik dan wilayah Anda, bukan sebanyak mungkin. Untuk isu daerah, media lokal sering sama pentingnya dengan media nasional.


