Langsung ke konten
Let’s talk

Strategi Komunikasi

Kampanye Komunikasi Internal: Cara Merumuskan dan Menanamkan Nilai Organisasi

Cara menjalankan kampanye komunikasi internal: merumuskan core values bersama karyawan, lalu menghidupkannya lewat maskot, video, dan kuis. Dengan contoh nyata.

Oleh Tim KamadigitalDiperbarui 3 menit baca

Ringkasan

  • Kampanye komunikasi internal berhasil bila karyawan ikut merumuskan pesannya, bukan hanya menerimanya dari atas.
  • Contoh metode: untuk PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), core values dirumuskan dengan gabungan pendekatan top-down (30%) dan bottom-up (70%), lewat wawancara direksi, komisaris, dan 30 karyawan, FGD, serta kuesioner untuk seluruh karyawan.
  • Setelah dirumuskan, nilai perlu wujud sehari-hari: logo nilai, maskot, video, poster, komik, stiker, dan screensaver.
  • Interaksi membuat pesan diingat. Kampanye Green Office LPS memakai kuis dan lomba video, selain materi edukasi.

Kampanye komunikasi internal adalah upaya terencana untuk mengubah pemahaman, sikap, atau kebiasaan orang di dalam organisasi: karyawan, pegawai, atau tim. Kampanye ini berhasil bila karyawan ikut merumuskan pesannya, lalu menemukannya kembali dalam keseharian kerja mereka, bukan hanya membacanya di surat edaran.

Dua proyek kami memperlihatkan dua sisi pekerjaan ini: merumuskan nilai, lalu menanamkannya.

Bagaimana merumuskan nilai organisasi bersama karyawan?

Untuk PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) pada 2025, kami menjalankan riset dan pelatihan untuk perumusan core values. Metodenya menggabungkan pendekatan top-down (30%) dan bottom-up (70%), dalam lima tahap:

  1. Kick-off dan penyelarasan. Menyepakati tujuan dan piagam proyek.
  2. Penggalian nilai. Wawancara mendalam dengan direksi, komisaris, dan 30 karyawan terpilih, ditambah diskusi kelompok kecil (FGD).
  3. Workshop karyawan. Kuesioner daring yang diisi seluruh karyawan, 40 sampai 50 peserta.
  4. Perumusan dan validasi. Menyusun tiga sampai lima core values.
  5. Visual dan internalisasi. Membuat desain logo khusus untuk core values JFX.

Porsi bottom-up yang lebih besar membuat nilai lahir dari pengalaman karyawan. Nilai seperti itu lebih mudah dipercaya dan dijalankan daripada nilai yang hanya ditulis manajemen.

Bagaimana membuat nilai itu hidup sehari-hari?

Nilai yang sudah dirumuskan perlu wujud yang dilihat setiap hari. Kampanye Green Office untuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2025 adalah contohnya. Kolaborasi ini dirancang untuk mendukung kampanye kantor hijau LPS dengan pendekatan yang kreatif, dekat, dan bermakna:

Bentuk Isi
Identitas kampanye Maskot dan panduan branding
Video Video utama Green Office dan 6 video reels
Materi edukasi 5 desain poster digital, 2 infografis, komik satu halaman
Sentuhan digital harian 3 desain stiker dan 2 desain screensaver
Aktivasi interaktif Kuis Green Office dan lomba video daur ulang Hari Ibu
Suvenir 2 jenis suvenir fungsional, 100 buah

Komik satu halaman dipakai sebagai media edukasi ringan berbasis cerita. Stiker dan screensaver memastikan pesan muncul di layar kerja setiap hari, bukan hanya saat ada acara.

Langkah menyusun kampanye internal

  1. Tetapkan perubahan yang dituju. Apa yang harus dipahami, dirasakan, atau dilakukan karyawan setelah kampanye?
  2. Dengarkan dulu. Wawancara, FGD, atau kuesioner sebelum menulis pesan apa pun.
  3. Rumuskan pesan inti dalam bahasa karyawan, bukan bahasa dokumen strategi.
  4. Beri identitas. Nama kampanye, maskot, atau logo membuat pesan mudah dikenali.
  5. Sebar di banyak titik sentuh. Video, poster, grup pesan internal, layar kerja, dan acara.
  6. Ajak berinteraksi. Kuis, lomba, dan tantangan membuat karyawan menjadi pelaku, bukan penonton.
  7. Ukur. Partisipasi, pemahaman sebelum dan sesudah, dan perilaku yang dituju.

Apa kesalahan yang paling sering terjadi?

  • Nilai ditulis tanpa melibatkan karyawan, sehingga terasa asing.
  • Kampanye berhenti setelah peluncuran. Pesan internal perlu diulang dalam berbagai bentuk.
  • Semua materi berupa teks. Karyawan lebih mudah menangkap video pendek, visual, dan cerita.
  • Tidak ada ukuran. Tanpa data partisipasi dan pemahaman, sulit menilai apakah kampanye bekerja.

Pengukuran kampanye dibahas lebih lengkap di cara mengukur keberhasilan kampanye komunikasi publik. Untuk produksi video kampanye, lihat jasa video profil dan dokumenter kami, atau hubungi kami untuk mendiskusikan kampanye internal organisasi Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya kampanye internal dengan pengumuman internal?

Pengumuman menyampaikan informasi satu kali. Kampanye internal berjalan dalam periode tertentu, punya tujuan perubahan sikap atau perilaku, memakai banyak format, dan mengajak karyawan terlibat.

Berapa banyak nilai organisasi yang ideal?

Cukup sedikit agar mudah diingat. Dalam proyek JFX, perumusan diarahkan ke tiga sampai lima core values.

Bagaimana mengukur keberhasilan kampanye internal?

Lihat partisipasi (jumlah karyawan yang ikut kuis, lomba, atau workshop), pemahaman (survei singkat sebelum dan sesudah), dan perilaku yang dituju, misalnya kebiasaan kerja yang lebih hemat energi untuk kampanye kantor hijau.

Apakah Kamadig menangani kampanye internal?

Ya. Kami pernah menangani riset dan pelatihan untuk perumusan core values PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX) dan strategi serta konten kampanye budaya internal Green Office untuk Lembaga Penjamin Simpanan pada 2025.

Siap jadi cerita berikutnya yang dibicarakan semua orang?

Ceritakan apa yang ingin Anda sampaikan dan kepada siapa. Kami balas dengan strategi.

Atau email support@kamadigital.com

KKamadigWhatsApp 0851-8333-2907
Chat WhatsApp