Langsung ke konten
Let’s talk

Media & PR

Contoh Laporan Monitoring Media: Format Harian, Mingguan, dan Bulanan

Contoh format laporan monitoring media untuk humas: isi laporan harian, mingguan, dan bulanan, cara menilai nada pemberitaan, dan bedanya dengan social listening.

Oleh Tim KamadigitalDiperbarui 4 menit baca

Ringkasan

  • Laporan monitoring media merangkum apa yang diberitakan dan dibicarakan tentang institusi Anda, seberapa banyak, dengan nada apa, dan apa tindak lanjutnya.
  • Untuk pemerintah daerah, analisis pemberitaan adalah tugas humas menurut Permendagri 13/2011: inventarisasi media, analisis isi pemberitaan, dan pemetaan dinamika isu.
  • Media monitoring memantau media arus utama; social listening memantau percakapan di media sosial. Laporan yang berguna menggabungkan keduanya.
  • Laporan harian menjawab "apa yang perlu ditanggapi hari ini", laporan mingguan menunjukkan tren, dan laporan bulanan mengukur apakah komunikasi bekerja.
  • Jangan memakai AVE (nilai setara iklan) sebagai nilai komunikasi. Barcelona Principles 3.0 dari AMEC menyatakannya dengan tegas.

Laporan monitoring media adalah ringkasan berkala tentang apa yang diberitakan dan dibicarakan publik mengenai institusi Anda: berapa banyak, di media mana, dengan nada apa, isu apa yang menonjol, dan apa yang perlu dilakukan. Laporan yang baik bisa dibaca pimpinan dalam lima menit dan langsung menghasilkan keputusan.

Di bawah ini contoh format untuk laporan harian, mingguan, dan bulanan, ditambah cara menilai nada pemberitaan.

Apakah monitoring media wajib bagi instansi pemerintah?

Untuk pemerintah daerah, ya. Permendagri Nomor 13 Tahun 2011 Pasal 15 ayat (2) menyebut analisis pemberitaan meliputi inventarisasi jumlah media cetak, elektronik, dan online; analisis isi pemberitaan media massa; dan pemetaan dinamika isu pemberitaan media.

Di tingkat nasional, Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 menugaskan Menteri Komunikasi dan Informatika melakukan media monitoring dan menganalisis konten media terkait kebijakan dan program pemerintah. Untuk media sosial, Permenpan RB Nomor 83 Tahun 2012 meminta pemantauan yang dilakukan terus-menerus dan sewaktu, yang disebutnya penyimakan sosial.

Apa bedanya media monitoring dan social listening?

Media monitoring Social listening
Yang dipantau Berita di media daring, cetak, televisi, radio Percakapan di media sosial, forum, kolom komentar
Pertanyaan utama Apa yang diberitakan, oleh siapa, dengan nada apa Apa yang dibicarakan warga, seberapa ramai, ke mana arahnya
Kecepatan perubahan Hitungan jam Hitungan menit
Keluaran Daftar berita, nada, narasumber yang dikutip Volume percakapan, topik, akun berpengaruh, sentimen

Keduanya saling melengkapi. Isu sering mulai di media sosial lalu diliput media, atau sebaliknya. Satu laporan yang memuat keduanya lebih berguna daripada dua laporan terpisah.

Contoh laporan harian

Tujuannya satu: apa yang perlu ditanggapi hari ini. Cukup satu halaman.

Bagian Isi
Ringkasan Tiga kalimat: isu utama hari ini dan rekomendasi
Isu yang perlu respons Isu, sumber pertama, seberapa cepat menyebar, usulan tanggapan, penanggung jawab
Daftar pemberitaan Judul, media, tanggal, nada (positif/netral/negatif), tautan
Percakapan media sosial Topik yang ramai, contoh unggahan, akun yang memicu
Status tindak lanjut Isu kemarin: sudah ditanggapi, sedang diproses, atau cukup dipantau

Contoh laporan mingguan

Laporan mingguan menunjukkan arah, bukan kejadian.

  • Jumlah pemberitaan dan nadanya, dibandingkan dengan minggu lalu.
  • Lima isu teratas dan perubahannya: naik, turun, atau baru muncul.
  • Media yang paling sering memberitakan dan narasumber yang paling sering dikutip.
  • Pesan kunci yang berhasil dikutip: apakah penjelasan resmi instansi muncul dalam berita.
  • Kinerja akun media sosial: reach, impresi, engagement, dan pertanyaan warga yang berulang.
  • Rekomendasi minggu depan: konten penjelasan yang perlu dibuat, wartawan yang perlu dihubungi.

Contoh laporan bulanan

Laporan bulanan menjawab apakah komunikasi bekerja. Selain tren pemberitaan dan percakapan, tambahkan:

  • capaian terhadap tujuan komunikasi yang ditetapkan di awal tahun;
  • isu yang berhasil diredam dan isu yang masih terbuka;
  • evaluasi atas masukan, keluaran, hasil, dan manfaat, seperti diminta Permenpan RB 83/2012;
  • pelajaran dan perubahan rencana untuk bulan berikutnya.

Bagaimana menilai nada pemberitaan?

Penilaian nada mudah menjadi subjektif. Tulis definisinya di halaman pertama laporan dan pakai secara konsisten:

  • Positif: berita mendukung program atau menjelaskannya dengan benar, termasuk mengutip penjelasan resmi.
  • Netral: berita melaporkan fakta tanpa penilaian.
  • Negatif: berita mengkritik, memuat keluhan, atau memuat informasi yang keliru.

Pisahkan berita negatif yang benar (kritik yang perlu ditindaklanjuti) dari berita negatif yang keliru (perlu diluruskan). Keduanya butuh respons berbeda.

Mengapa AVE sebaiknya tidak dipakai?

AVE (advertising value equivalency) menghitung nilai berita seolah-olah ruangnya dibeli sebagai iklan. Angkanya tampak besar, tetapi tidak menjawab apakah publik paham atau berubah sikap. Asosiasi pengukuran komunikasi internasional AMEC dalam Barcelona Principles 3.0 (Juli 2020) menyatakan AVE bukan nilai komunikasi, dan meminta pengukuran yang mengidentifikasi keluaran, hasil, dan potensi dampak.

Penjelasan lengkap tentang cara mengukur ada di cara mengukur keberhasilan kampanye komunikasi publik.

Siapa yang mengerjakan laporan ini?

Monitoring adalah tahap terakhir dalam metodologi kerja Kamadig, setelah riset, strategi, implementasi, dan aktivasi. Pemantauan dan analisis laporan menjadi bagian dari pengelolaan harian kanal klien kami, misalnya Institut Deliverologi Indonesia dan D’Lebar Farm. Dalam kampanye event Danantara Indonesia di Surabaya dan Yogyakarta, pemantauan berjalan bersama perbaikan dan evaluasi selama kampanye.

Bila laporan Anda mulai menunjukkan isu yang membesar, langkah berikutnya ada di manajemen isu: pengertian dan tahapannya dan manual penanganan isu dan krisis untuk pemda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya monitoring media dan kliping?

Kliping mengumpulkan berita. Monitoring media mengumpulkan, menilai, dan menyimpulkan: isu apa yang muncul, nadanya, siapa yang dikutip, dan apa yang perlu dilakukan. Kliping adalah lampiran, bukan laporannya.

Bagaimana menilai nada (tonalitas) sebuah berita?

Gunakan tiga kategori dengan definisi tertulis: positif bila berita mendukung atau menjelaskan program dengan benar, netral bila hanya melaporkan fakta, negatif bila mengkritik atau memuat informasi keliru. Satu orang memberi nilai, satu orang lain memeriksa sampelnya agar penilaian konsisten.

Apakah AVE boleh dipakai dalam laporan?

Sebaiknya tidak sebagai ukuran nilai. Barcelona Principles 3.0 dari AMEC menyatakan AVE bukan nilai komunikasi. Laporkan jangkauan, nada, pesan kunci yang dikutip, dan tindak lanjutnya.

Alat apa yang dipakai untuk monitoring?

Kombinasi alat pemantau media daring, fitur insight di platform media sosial, dan pembacaan manual untuk media cetak dan televisi lokal. Alat membantu mengumpulkan, tetapi penilaian nada dan kesimpulan tetap pekerjaan manusia.

Sumber

  1. Presiden Jokowi tandatangani Inpres No. 9/2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik, Sekretariat Kabinet (4 Agustus 2015)
  2. Permendagri Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kehumasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (Berita Negara 2011 No. 131)
  3. Lampiran Permenpan RB Nomor 83 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah (Berita Negara 2013 No. 102)
  4. Barcelona Principles 3.0, AMEC (Juli 2020)
  5. Barcelona Principles 3.0: daftar tujuh prinsip, The Open University Business School (Mei 2025)

Siap jadi cerita berikutnya yang dibicarakan semua orang?

Ceritakan apa yang ingin Anda sampaikan dan kepada siapa. Kami balas dengan strategi.

Atau email support@kamadigital.com

KKamadigWhatsApp 0851-8333-2907
Chat WhatsApp