Tips Murah dan Gak Ribet ke Danau Toba

Tips Murah dan Gak Ribet ke Danau Toba

Halooo, Gue baru aja balik dari Danau Toba beberapa minggu lalu nih dan surprisingly total biaya transportasi yang gue keluarkan selama di Danau Toba hanya 100.000an*. Dengan biaya segitu gue bisa pergi berkeliling ke tempat wisata yang ada di Danau Toba dan Pulau Samosir bahkan bisa singgah ke Medan. Heran kan? Oleh karena itu gue mau membagikan tips liburan murah di Danau Toba dan informasi cara menuju Danau Toba.

*(Perhitungan perjalanan di mulai dari Bandara Silangit).

Danau Toba sudah masuk jajaran daftar ‘belanja’ yang pengen banget gue singgahi dan YEAYY akhirnya gue bisa pergi ke Danau Toba. Kali ini gue pergi bareng Mardiah (yang pasti bukan tante saya, bukan mama saya, juga bukan nenek saya! #RECEH).

FYI, Danau Toba masuk kedalam 10 Destinasi Wisata Prioritas atau 10 Bali Baru yang juga masuk ke dalam 5 Destinasi Wisata Super Prioritas. So, Buat yang belum pernah kesana artinya kalian wajib mengunjungi Danau Toba. Oleh karena itu alangkah baiknya baca tulisan gue terlebih dahulu sebelum pergi ke Danau Toba. Gue jamin informasi ini akan sangat membantu ^^

Untuk menuju Danau Toba (melalui udara) ada 2 pilihan bandara. Bandara Silangit dan juga Bandara Kualanamu. Kemarin gue memulai perjalanan dari Bandara Silangit tapi pas pulangnya melalui Bandara Kualanamu supaya bisa ngerasain perjalanan dari 2 bandara tersebut yang kabarnya sudah saling terintegrasi konektivitasnya. Maksudnya adalah antar transportasi sudah terhubung jadi enggak perlu susah-susah cari transportasi untuk menuju lokasi tujuan.

Ohya semenjak pandemi ada beberapa penerapan baru yang harus kalian patuhi sebelum berpergian keluar kota, yaitu:
1. Wajib menggunakan masker
2. Membawa hand sanitizer / mencuci tangan
3. Pemeriksaan suhu di lokasi
4. Validasi dokumen / surat keterangan non-reaktif Covid-19
5. Seat distancing dan antrian jarak
6. Mengisi formulir EHAC

Perjalanan menuju Bandara Silangit sekitar 2 jam. Meskipun tengah hari ternyata udara di Silangit sejuk bangett, langsung semangat rasanya ;p Sesaat mau keluar dari Bandara Silangit, seluruh penumpang wajib menunjukkan form EHAC yang telah diisi baik melalui aplikasi maupun lembar kertas.

Bandara Silangit bukan bandara yang besar tapi tertata sangat rapi dan bersih. Malahan dengan fasilitas dan pelayanan yang dimiliki, Bandara Silangit adalah satu-satunya bandara kelas IV yang setara dengan bandara kelas II di Indonesia loh. hebat ya ^^

Untuk menuju Danau Toba masih diperlukan waktu sekitar 2,5jam dari Bandara Silangit. Saat itu Gue dan Mardiah memang sengaja enggak menyewa mobil atau motor. Lantas naik apa? Kami menggunakan transportasi umum (DAMRI) yang lokasinya persis di depan pintu keluar Bandara. Kalau jalan kaki paling cuma 1 menit jadi enggak perlu jalan jauh-jauh deh.

DAMRI Silangit menyediakan beberapa rute perjalanan. Berhubung tujuan utama gue ke Danau Toba jadi gue pilih rute Silangit – Ajibata (Terminal Sosor Saba Parapat). Ajibata adalah sebuah Kecamatan sekaligus nama pelabuhan penyeberangan yang biasa digunakan oleh wisatawan jika ingin menuju Pulau Samosir (pulau yang berada di tengah Danau Toba). Pelabuhan Ajibata sendiri tepatnya berlokasi di Parapat dan gue memilih tinggal di sekitar Parapat agar mudah menuju Pelabuhan Ajibata.

Seluruh rute DAMRI ada jam keberangkatannya sendiri. Jadi sembari gue menunggu keberangkatan SIlangit-Ajibata, gue mencoba salah satu rute pelayanan special DAMRI yaitu perjalanan menuju tempat wisata. Ada 3 pilihan yaitu Shuttle Balige, Shuttle Parapat, dan Shuttle Huta Ginjang. Diantara ketiga pilihan gue memilih Shuttle Huta Ginjang dengan biaya IDR 6.000/orang, estimasi 15 menit.

Huta Ginjang adalah salah satu tempat wisata yang dicari banyak wisatawan karena dari tempat ini wisatawan bisa melihat pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir dari ketinggian. Selain itu ditempat ini bisa main paralayang tapi sayangnya saat itu sedang tidak ada kegiatan.

Begitu tiba, petugas tiket langsung mengarahkan untuk mencuci tangan, dan pengecekan suhu baru kemudian membayar tiket. Ada satu benda yang mencuri perhatian gue yaitu sebuah teropong besar yang berada di pinggir lokasi. Awalnya gue coba keker tapi terlalu luas dan bingung apa yang mau dilihat. Kemudian dengan kepiawaiannya, petugas mulai mengarahkan teropong tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain sambil menjelaskan apa saja yang terlihat melalui teropong, mulai dari Air Terjun Situmurun, rumah adat Batak, Batu Buruh, Hotel Tiara Bunga yang terkenal karena untuk menuju hotel ini harus menggunakan perahu, dan lain sebagainya. Disini gue juga baru tahu ternyata selain Pulau Samosir terdapat 1 pulau lagi di tengah Danau Toba yaitu Pulau Simbandang.

Mengingat waktu, akhirnya gue memutuskan untuk balik ke Terminal Silangit dan naik DAMRI jurusan Silangit-Ajibata dengan biaya IDR 15.000/orang, estimasi 2,5 jam.  Perjalananpun sangat menyenangkan karena fasilitas bus yang memadai; usb port di tiap baris, TV, AC, kotak P3K, hingga seat recliner sehingga bisa tiduran dengan nyenyak.

Tiba di Parapat sudah sore dan kami bermalam tidak jauh dari pelabuhan. Menariknya penginapan kami mempunyai pantai sendiri. Pantai dengan air tawar tentunya hehehe ;p

PULAU SAMOSIR
Untuk menuju Samosir, gue menggunakan ASDP Ferry Ihan Batak untuk menyeberang. Semenjak pandemi terjadi beberapa perubahan jadwal penyeberangan dari Pelabuhan Ajibata (Danau Toba) menuju Pelabuhan Ambarita (Pulau Samosir), yaitu menjadi pukul 09.00 dan 14.00. untuk informasi detil kalian bisa cek di website nya langsung (link akan gue kasih di bagian akhri). Penyeberangan menggunakan Ferry dari Pelabuhan Ajibata-Pelabuhan Ambarita dengan biaya IDR 9.000/orang, estimasi 50 menit.

Setibanya di Pelabuhan Ambarita – Pulau Samosir sudah tersedia DAMRI yang melayani perjalanan “Loop Pulau Samosir” yaitu pelayanan mengelilingi Pulau Samosir dengan biaya IDR 29.000/orang, estimasi 4 jam menggunakan DAMRI KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional).

Seru banget naik DAMRI KSPN, ada AC, gak perlu capek2 nyetir, tinggal duduk santai menikmati Danau Toba di sepanjang perjalanan. Mulai dari posisi danau yang bersebelahan hingga jalanan menanjak dan bisa melihat view danau dari ketinggian selain itu banyak hamparan sawah dan perbukitan.

Enggak hanya mengelilingi tapi ada pemandu yang bantu menjelaskan tempat wisata yang dilalui, mulai dari kawasan belerang, view point untuk melihat Air Terjun Situmurun yang langsung jatuh di laut, Danau sidihoni sebuah danau yang berada di tengah danau, hingga Air Terjun Boru Situmorang yang berada persis di pinggir jalan.

Salah satu hal yang paling disukai wisatawan setelah berkeliling adalah bersantai di penginapan. Kalau bisa cari penginapan dengan view Danau Toba. T-O-P abizzz. hilang sudah kepenatan ^^

Setelah (harus) puas beberapa hari di Samosir gue dan Mardiah balik. Seperti yang udah gue mention diawal kalau balik melalui Medan. Tentunya masih menggunakan transportasi umum yang sudah semakin baik dan juga murah #sobatcuan. Kembali menggunakan ASDP Ferry Ihan Batak dari Pelabuhan Ambarita-Pelabuhan Ajibata dengan biaya IDR 9.000/orang, estimasi 50 menit. Untuk jadwal penyeberangannya selama pandemi adalah pukul 11.00 dan 16.30.

Gue memilih keberangkatan pukul 11.00, mengingat perjalanan menuju Medan masih panjang. Tiba di Pelabuhan Ajibata sekitar pukul 12.00 kami langsung menuju Terminal Sosor Saba Parapat yang lokasinya sekitar 5 menit dari pelabuhan. Setibanya kami sudah disambut DAMRI KSPN sama seperti model DAMRI Samosir yang menggunakan jenis mobil HiAce. Perjalanan dari Terminal Sosor Saba-Terminal Siantar dengan biaya IDR 15.000/orang, estimasi 1 jam. Hal yang menyenangkan ketika menuju Siantar adalah melintasi daerah yang penuh dengan gerombolan monyet menggemaskan sedang duduk di sepanjang perjalanan ketika DAMRI mulai keluar dari kawasan Parapat. Menjelang masuk Siantar disuguhkan pemandangan kebun luas yang entah itu kebun apa. Mirip kelapa sawit tapi kayaknya bukan kelapa sawit. Maaf anak kota jadi gak gitu paham dunia pepohonan hehehe.

Di Terminal Siantar kami lanjut ke Stasiun Siantar untuk menuju Medan yang berlokasi persis berseberangan. Jadi cukup berjalan 1 menit sudah tiba deh ^^

Sama seperti yang lainnya untuk naik kereta pun diwajibkan mencuci tangan, pemeriksaan suhu, validasi dokumen dan ada seat distancing di area stasiun. Perjalanan Stasiun Siantar-Stasiun Medan dengan biaya IDR 22.000/orang, estimasi 3 jam.

Berhubung baru pertama kali ke Medan dan sudah kepalang tanggung akhirnya kami main dulu di Medan ;p.

Tapi kalau kalian ingin langsung balik ke kota asal kalian dari Bandara Kualanamu gampang kok. Jadi dari Stasiun Medan kalian cukup pindah ke gedung kereta bandara/railink medan sekitar 5 menit jalan kaki dan kemudian gunakan Railink Medan-Bandara Kualanamu dengan biaya IDR 50.000/orang, estimasi 30 menit. selama pandemi harga tiket railink diturunkan 50% dari harga normal IDR 100.000.

Senang banget sekarang menuju Danau Toba sudah terkonektivitas antar transportasi umum jadi bisa dari Medan ataupun Silangit. Mau darimanapun tentunya sama-sama mudah, aman dan juga murah.

Intinya tips liburan murah di Danau Toba adalah gunakan fasilitas transportasi umum yang tersedia di daerah lokasi wisata!

Biasanya kita sudah stereotype saat mendengar transportasi umum. Dibayang-bayangi dengan fasilitas jorok, preman, kendaraan kotor, tempat duduk sobek-sobek, dan lain sebagainya. Eitsss jangan salah gaes! kalian sudah baca dan lihat sendiri kan seperti apa fasilitas yang disediakan pemerintah saat ini. Seluruh Sarana prasana sudah dibenahi dan juga telah menerapkan protokol kesehatan agar kita bisa liburan dengan tenang dan aman ^^

Beberapa link transportasi yang bisa kaliangunakan dan mungkin akan membantu untuk pembelian tiket dan pengecekan jadwal. Langsung di klik aja ya.
DAMRI, ASDP Ferry, Kereta Api, Railink

Nah untuk merekap berikut rinciannya dan beberapa tips tambahan

Note untuk yang mau melakukan perjalanan ke tempat ini :

– Tetap patuhi protokol kesehatan yang ditentukan. Jangan ngeyel dan jadilah traveller yang responsible.

– Pastikan cek jadwal terlebih dahulu, baik itu DAMRI, ASDP, stasiun, maupun railink. Biar enggak salah perhitungan estimasi perjalanan kalian.

– Akan sulit menemukan ATM jadi siapkan uang secukupnya dan kalau perlu uang kecil supaya tidak susah untuk kembalian. Tapi nanti seluruh pelayanan khususnya DAMRI akan menggunakan cashless.

– Hindari penyeberangan diatas pukul 15.00 tapi kalau enggak ada pilihan ya gpp ;p

– Pakai jasa guide ketika memang berada di tempat bersejarah agar mengerti ceritanya

Budget Per Oktober 2020 :

– Bandara Silangit – Terminal Silangit
Biaya : Free (jalan kaki)
Estimasi : 1 menit

– Terminal Silangit – Terminal Parapat
Biaya : IDR 15.000/Orang
Estimasi : 2,5 jam

– Pelabuhan Ajibata – Pelabuhan Ambarita dan
– Pelabuhan Ambarita – Pelabuhan Ajibata
Biaya : @ IDR 9.000/Orang
Estimasi : @ 50 menit

– Terminal Parapat – Terminal Siantar
Biaya : IDR 15.000/Orang
Estimasi : 1 jam

– Terminal Siantar – Stasiun Siantar
Biaya : Free (jalan kaki)
Estimasi : 1 menit

– Stasiun Siantar – Stasiun Medan
Biaya : IDR 22.000/Orang
Estimasi : 3 jam

– Stasiun Medan – Railink/Kereta Bandara
Biaya : Free (jalan kaki)
Estimasi : 5 menit

– Railink/Kereta Bandara – Bandara Kualanamu
Biaya : IDR 50.000/Orang (Promo 50%, selama pandemi)
Estimasi : 30 menit

Pelayanan wisata DAMRI
– Shuttle Huta Ginjang
Biaya : IDR 6.000/Orang
Estimasi : 15 menit

– Loop Pulau Samosir
Biaya : IDR 29.000/Orang
Estimasi : 4 jam

Tiket Pesawat
– CGK – DTB : IDR +/- 700.000
– KNO – CGK : IDR +/- 600.000

TAKE NOTHING BUT PICTURES
LEAVE NOTHING BUT FOOTPRINTS
KILL NOTHING BUT TIME

ENJOY THE TRIP !!! ^^

sumber : https://sigitsugiyono.wordpress.com/2020/11/06/liburan-murah-dan-aman-menuju-danau-toba-enggak-pakai-ribet/

Leave a Reply