Bangka Belitung yang Mempesona

Bangka Belitung yang Mempesona

Kiape kabare? Setelah hampir 8 bulan lamanya #dirumahaja senang sekali rasanya dapat kesempatan untuk ke Pulau Belitung. Sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatera, Indonesia yang terkenal dengan keindahan pantainya. Pulau ini juga di kenal dengan ladanya dan bahan tambang seperti timah putih (Stannuum), pasir kuarsa, tanah liat putih (kaolin), dan granit.

Kami menuju Pulau Belitung menggunakan moda transportasi udara. Kami berangkat dari Bandar Udara International Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Citilink menujuBandar Udara International H.AS Hanandjoeddin. Karena kami traveling pada saat pandemi maka kami diharuskan untuk mengikuti protokol kesehatan dengan melakukan rapid-test terlebih dahulu.

Apa saja yang perlu dilakukan pada saat tiba di Bandara?
Pertama kita harus ke bagian validasi test dahulu, kalau di Terminal 3 ada di depan pintu 3 ya. Setelah mendapatkan validasi dari tim terkait, kamu bisa melakukan self check-in di counter yang telah di sediakan. Lalu sebelum boarding juga akan dilakukan pengecekan suhu kembali dan juga pengecekan validasi rapid-test.
Tibalah saatnya masuk pesawat, di pesawat ini pun juga sudah diterapkan physical distancing. Jadi kita bisa tetap menjaga jarak dengan penumpang lain untuk mengurangi dampak penularan COVID-19. Selain itu kita juga wajib mengisi form eHAC melalui aplikasi eHAC Indonesia atau bisa juga dengan mengisi kartu kuning yang telah disediakan di Bandara tujuan.
Setiba kami di Bandar Udara International H.AS Hanandjoeddin, sudah ada DAMRI yang yang siap mengantar kami dengan tujuan Tanjung Kelayang. “Naik kendaraan umum gaenak ah gak bebas mampir-mampir” eitsss ternyata mindset ini salah besar hihi. DAMRI tujuan Bandara – Tg. Kelayang ini berhenti di tempat wisata selama 10-15 menit jadi kamu bisa berfoto-foto dulu sebentar ke Danau Kaolin, danau cantik berwarna biru yang terbentuk dari sisa penggalian kaolin.
Selain tujuan Bandara – Tg. Kelayang, ada juga tujuan Tugu Batu Satam – Tg. Kelayang. Tugu Batu Satam ini terletak di jantung kota Tanjung Pandan. Batu Satam di jadikan sebagai icon belitung karena merupakan batu khas Pulau Belitung yang tersebar hampir diseluruh area di Belitong. Batu dengan corak warna hitam dan memiliki urat-urat khas ini termasuk langka di dunia. Kabarnya, batu ini dihasilkan dari proses alam, yakni meteor yang bertabrakan dengan lapisan bumi berjuta-juta tahun silam. Di depan Tugu Batu Satam terdapat Titik Nol Kilometer dan juga Jam Gede. Pusat kota Belitong sangat cantik! Ohiya jangan lupa juga mampir ke Galeri UMKM yang letaknya juga sangat berdekatan dari Tugu Batu Satam ya. Belanja disini menurutku lebih murah dan lebih nyaman.
Kalau main ke Belitong jangan lupa untuk menikmati makanan khasnya seperti Mie Atep, Coffee Kong Djie dan juga Gangan (sup ikan bumbu kuning khas Belitong). Letaknya tidak jauh kok dari Tugu Batu Satam hanya perlu jalan kaki 10-15 menit saja.
Setelah menempuh perjalan 30-45 menit naik DAMRI dari Bandara H.AS Hanandjoeddin ke Tanjung Kelayang, #transmatejourney kali ini akan ajak kamu keliling ke perairan Tanjung Kelayang naik kapal kayu. Di sekitar Tanjung Kelayang banyak sekali pulau pulau kecil baik yang berpenghuni maupun yang tidak, nah kapal inilah yang biasa digunakan warga sekitar untuk berpindah-pindah pulau tersebut. Jadi walaupun mereka terpisah perairan, konektivitas antar pulau tetap terjaga.
Kami menggunakan kapal milik warga yang juga biasanya juga di sewakan kepada wisatawan yang ingin melihat indahnya perairan Tanjung Kelayang. Melalui kapal ini pula perekonomian warga sekitar perlahan meningkat karena sering di sewakan untuk wisata island hopping. Melihat pulau pulau cantik seperti pulau Batu Garuda, Kelayang, Burung, Batu Berlayar dan juga pulau yang paling penting disini yaitu Pulau Lengkuas. Kami juga menyempatkan untuk ber-snorkeling menikmati cantiknya terumbu karang yang masih sangat sehat. Namun, diantara semua pulau yang kami datangi, Pulau Lengkuas memiliki makna tersendiri bagi kami.
Di pulau ini terdapat mercusuar yang masih aktif. Tingginya 57 meter dengan lingkar 61 meter. Di bangun oleh Belanda dan Inggris tahun 1880 dan selesai tahun 1882. Butuh melewati 18 lantai dengan tinggi tangga masing-masing 3 meter untuk sampai ke puncak. Mercusuar ini memiliki fungsi yang penting bagi kapal-kapal yang melintas di perairan Pulau Lengkuas. Melalui mercusuarlah kapal di sekitar terbantu untuk menentukan arah berlayar terutama pada malam hari. Pemandangan diatas sangat indah! Tapi perlu diingat, Mercusuar ini bukan merupakan objek wisata. Wisatawan hanya diperbolehkan naik sampai lantai 3 dan itupun memerlukan pendampingan.
Siapa yang mengoperasikannya? Perkenalkan teman baru kami, pak Misdi namanya. Walaupun sudah berusia 56 tahun namun semangatnya tidak henti untuk tetap bertugas. Hidup di pulau yang seadanya sama sekali bukan halangan. Rela jauh dari keluarga demi transportasi kelautan di perairan Tanjung Kelayang tetap terjaga. Terimakasih pak Misdi, terimakasih insan perhubungan lainnya dimanapun Anda berada.
Ke Belitong gak lengkap rasanya kalau gak main ke sekolah Laskar Pelangi.
Yap! Sejak tahun 2008 film Laskar Pelangi muncul di layar lebar, kecantikan Pulau Belitong membuat jutaan orang yang menonton film dan membaca trilogy novelnya semakin penasaran. Di SD replika Muhammadiyah Gantong inilah anak-anak hebat tersebut merajut mimpi mereka. Letaknya berada di Manggar, Belitung Timur. Butuh 2 jam untuk kesana karena jaraknya cukup jauh dari pusat kota. Tapi tenang, ada DAMRI Perintis yang siap mengangkut penumpang dengan tujuan Tanjung Pandan – Manggar dengan hanya 15ribu rupiah saja, keliling belitung kali ini benar benar aman di kantong.
Kamu bisa menyebrang dari Pelabuhan Tanjung Pandan atau Pelabuhan Tanjung Ru.
Pelabuhan Tanjung Pandan atau Pelabuhan Penumpang Laskar Pelangi ini letaknya sangat dekat dengan jantung kota Belitong, dekat juga loh dari terminal DAMRI, tinggal jalan 10-15 menit saja kamu sudah sampai. Untuk menyebrang ke Pulau Bangka, kamu bisa menggunakan kapal Express Bahari. Harganya juga relatif murah, kamu hanya perlu membayar 202ribu untuk tiket eksekutif dan 232ribu untuk tiket VIP. Menyebrang antar pulau dengan kapal juga perlu menggunakan keterangan surat rapid test non-reaktif ya! Tapi bagi kamu yang belum melakukan rapid test tidak perlu khawatir. Disini juga kamu bisa melakukan rapid test dengan biaya 140ribu. Hanya perlu menunggu 15menit hasil testnya sudah bisa kamu terima dan siap untuk menyebrang ke Pangkal Pinang, Pulau Bangka.
Menyebrang ke Pulau Bangka menggunankan Kapal Express Bahari ini menempuh waktu 3-4 jam. Fasilitas di dalam kapalnya pun sangat memadai. Baik eksekutif maupun VIP sama sama memiliki bangku yang nyaman. Kamar mandinya bersih, kapalnya ber-AC, juga disediakan TV di bagian VIP. Perjalanan ke Bangka jadi sangat menyenangkan.
Di Pelabuhan Tanjung Ru kita juga bisa lihat truck yang berlalu lalang mengangkut hasil tanah dari kapal logistik. Dari sinilah hasil tambang dari tanah Belitong di bawa ke kota-kota besar. Inilah yang memudahkan konektiviktas pertambangan dan perdagangan di Belitong dapat ter-distribusikan dengan baik.
Perjalanan ke Belitong kali ini benar-benar sangat menyenangkan. Ternyata traveling naik transportasi umum sama sekali tidak membosankan. Bisa eksplore lebih banyak hal baru dan juga tempat yang belum kita kunjungi. Dan yang paling penting naik transportasi umum juga sangat ramah di kantong loh! hihi jadi kapan kamu mau jalan-jalan naik transportasi umum?
#TransmatePenghubungIndonesia #TransportasiAmanProduktif #TransmateJourney

Leave a Reply